Macam-macam penyajikan
data dalam bentuk diagram
Beberapa
bentuk diagram yang digunakan dalam
statitiska adalah pictogram (diagram lambang), diagram batang, diagram batang,
diagram lingkaran, diagram garis, diagram batang daun, diagram kotak-garis,
histogram, polygon frekuensi, dan ogif.
1. Diagram
Batang
Diagram batang biasanya digunakan untuk data diskrit
(data cacahan ). Diagaram batang adalah bentuk penyajian data statistik dalam
bentuk batang yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius.
Ada dua jenis
diagram batang, yaitu
a.
Diagram
batang vertikal
Diagram vertikal
adalah diagram yang bentuk batangnya tegak.
Contoh
Berikut adalah tabel data tempat tinggal mahasiswa prodi
kimia swadana 2012 FMIPA UNY di
yogyakarta :
Tempat tinggal
|
Frekuensi
|
kontrakan
|
4
|
kos
|
20
|
rumah
sendiri
|
15
|
rumah
saudara
|
3
|
Diagram batang vertikal dari data tersebut adalah :

b.
Diagram
batang horizontal
Diagram horizontal adalah diagram yang
batangnya mendatar.
Apabila
tabel data tempat tinggal mahasiswa prodi kimia swadana
2012 FMIPA UNY di yogyakarta dibuat
diagram batang horisontal, maka hasilnya sebagai berikut:

2.Diagram Lingkaran
Untuk
mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih
tepat disajikan dalam bentuk diagram
lingkaran. Diagram lingkaran
adalah bentuk penyajian data statistika dalam bentuk lingkaran yang dibagi
menjadi beberapa juring lingkaran.
Contoh
:
Daftar survai pekerjaan orang tua mahasiswa FMIPA UNY tahun
2011 disajikan dalam tabel berikut :
Pekerjaan
|
frekuensi
|
Pedagang
|
150
|
Nelayan
|
67
|
Karyawan
|
340
|
Wiraswasta
|
235
|
Petani
|
124
|
Sopir
|
78
|
Polisi
|
321
|
Tentara
|
243
|
Guru
|
690
|
PNS
|
432
|
Dosen
|
123
|
Pengusaha
|
89
|
Jumlah
|
2892
|


|

4.Diagram Lambang
Diagram lambang adalah suatu diagram
yang merupakan penyajian data yang berbentuk menggunakan lambang – lambang. Lambang
– lambang yang digunakan
harus sesuai dengan obyek yang diteliti. Misalnya data yang digunakan mengenai
jumlah siswa, maka lambang yang digunakannya adalah gambar orang.
Contoh diagram lambang :
Tingkatan
sekolah
|
Lambang
|
Jumlah
siswa
|
SD
|
1200
900
1200
900
600
|
Satu kepala mewakili 300 siswa.
5. Diagram Titik
Diagram
titik adalah cara penyajian data berupa titik-titik merupakan koordinat antara
absis dan ordinat.
Contoh diagram titik :

6.
Diagram
garis
Diagram
garis biasanya digunakan untuk menggambarkan data tentang keadaan yang
berkesinambungan (sekumpulan data kontinu). Diagram garis adalah diagram yang
digambarkan berdasarkan data waktu, biasanya waktu yang digunakan adalah tahun
atau bulan.
Untuk
menggambar diagram garis kita membutuhkan dua sumbu seperti diagram batang.
Diagram garis paling sering digunakan untuk menunjukkan perubahan sepanjang
periode tertentu.
Cara
membuat diagram garis cukup mudah, yaitu :
1. Meletakkan
data pada sumbu horizontal dengan jarak yang sama, dan nilai jumlah pada sumbu
vertical
2. Menentukan
nilai data yang bersesuaian.
3. Hubungkan
dua data yang bertetangga (bersebelahan) dengan garis lurus.
JARAK (KM)
|
FREKUENSI
|
1
|
12
|
2
|
6
|
3
|
28
|
4
|
21
|
5
|
14
|
6
|
10
|
7
|
4
|
8
|
1
|
9
|
2
|
10
|
0
|
jumlah
|
98
|
|

|
7.
Diagram
batang daun
Diagram batang daun
memberikan cara penyajian data tercacah yang nyaman. Misalkan kita bertanya
kepada sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 20 orang tentang lama waktu yang
mereka butuhkan untuk sampai ke kampus dari rumah atau kos-kosan. Misalkan jawaban
mereka adalah ( dalam menit ) :
Cara yang mudah dan
rapi untuk menyajikan data ini adalah dengan membuat diagram batang daun,
dengan cara :
1. Membuat
garis vertical.
Pada sebelah kiri
garis, tandai baris 0 ( untuk satuan ) , 1 ( untuk belasan), 2 (untuk dua
puluhan), 3 (untuk tiga puluhan), dan seterusnya.
1
2
3
4
2.
Meletakkan kedua puluh
data pada baris yang sesuai
1 11 12 15 12 13 15
2 24 25 28 26 21 24 28 21 28
3 39 32
4 44
3.
Menyusun nilai pada
sebelah kanan garis sehingga terurut dan hanya digit akhir yang dicatat.
1 1 2 2 3 5 5
2 1 1 4 4 5 6 8 8 8
3 2 9
4 4
4.
Memberikan judul pada
diagram dan jangan lupa memberikan keterangan.
Lama perjalanan
rumah ke kampus UNY (dalam menit ) 2│1
artinya 21
![]() |
0 5 8
1 1 2 2 3 5 5
2 1 1 4 4 5 6 8 8 8
3 2 9
4 4
Diagram batang daun ini
menunjukkan sebaran data secara rapi. Kadangkala data yang akan disajikan oleh
diagram batang daun bukan data bilangan bulat. Diagram batang daun juga masih
memadai untuk menampilkan data-data tersebut, tetapi sebuah keterangan perlu
diterangkan untuk memastikan bahwa data dibaca dengan benar.
8.
kotak-garis
Bentuk umum dari diagram kotak-garis
ialah sebagai berikut :
![]() |
|||||
|
|||||
|
|||||
Q1
berada pada sisi kiri kotak,sementara Q3 berada di sisi kanan kotak Q2 tentu
terletak di dalam kotak.letak Q2 bisa lebih dekat ke Q1 atau Q3, tergantung
data.
Untuk
titik paling kiri pada garis menggambarkan datum terkecil ( xmin) dan titik paling kanan menggambarkan datum
terbesar ( xmaks).
9.
Histogram
dan polygon frekuensi
Histogram
adalah grafik, yang dibuat berdasarkan pada data yang sudah disusun dalam tabel
distribusi frekuensi. Histogram dibangun oleh dengan lebar sama yang
saling berimpit . Dalam membuat histogram diperlukan dua buah sumbu, yaitu
sumbu datar dan sumbu tegak dengan ketentuan seagai berikut :
1.
sumbu
datar berisi batas-batas kelas interval atau titik tengah (tanda kelas) untuk
setiap kelas interval.
2.
Sumbu
tegak berupa frekuensinya. Histogram ini bentuknya sama dengan grafik batang,
namun batang-batang nya dalam histogram saling berimpitan.
Contoh :
nilai
ujian TRY OUT SNMPTN 2010 disajikan dalam table distributive frekuensi sebagai
berikut :
nilai
|
titik tengah (xi)
|
frekuensi (fi)
|
55-59
|
57
|
7
|
60-64
|
62
|
12
|
65-69
|
67
|
23
|
70-74
|
72
|
21
|
75-79
|
77
|
18
|
80-84
|
82
|
10
|
85-89
|
87
|
8
|
90-94
|
92
|
1
|
TOTAL
|
100
|
Bentuk histrogramnya :

Dari histrograf di atas terlihat
bahwa setiap kelas diwakili oleh satu persegi panjang yang lebarnya menunjukkan
panjang kelas, tingginya menunjukkan frekuensi kelas. Frekuensi selalu
ditempatkan pada sumbu fertikal ( sumbu y).
Dengan demikian , jika setiap
kelas mempunyai panjang yang sama, maka luas setiap persegi panjang sebanding
dengan frekuensinya.
Dari sebuah histrogam ,dapat
dibuat poligon frekuensi, yaitu garis-garis patah yang menghubungkan setiap
titik tengah atas persegi panjang pada histogram.
polygon frekuensi



Contoh grafik polygon
frekuensi yang lain

Polygon
frekuensi bias juga dibuat tanpa terlebih dahulu membuat histogram. Berikut
adalah langkah-langkah membuat polygon frekuensi :
1. menambahkan satu kelas tambahan
dengan frekuensi nol pada tiap ujung distributif .
2. menandai titik-titik frekuensi
untuk tiap-tiap titik tengah yang bersesuaian.
3. menghubungkan tiap titik yang
berurutan denan garis lurus.
Dengan
menggunakan data nilai TRY OUT SNMPTN diperoleh polygon frekuensi seperti
gambar berikut :
|

Untuk daftar distributif frekuensi
kumulatif dinamakan poligon
frekuensi kumulatif. Untuk data tunggal,
poligon diperoleh dengan menghubungkan frekuensi kumulatif setiap setiap nilai
yang berurutan dengan satu garis lurus.
Contoh :
Berikut
ialah data nilai Ujian akhir Semester untuk 4 kelas Jurdik pendidikan kimia
angkatan 2013 FMIPA UNY
nilai
|
frekuensi (fi)
|
4
|
0
|
5
|
1
|
6
|
9
|
7
|
27
|
8
|
45
|
9
|
60
|
10
|
87
|
Polygon
Frekuensi

10.
Ogif
(kurva frekuensi )
Jika
garis diagram poligon frekuensi kumulatif dijadikan kurva yang mulus, maka
kurva tersebut dinamakan ogif.
Ogive adalah grafik
yang dilukiskan berdasarkan data yang sudah disusun dalam tabel distribusi
frekuensi kumulatif. Nilai data disajikan pada garis
horisontal (sumbu-x). Pada sumbu vertikal dapat disajikan:
v Frekuensi
kumulatif, atau
v Frekuensi
relatif kumulatif, atau
v Persen
frekuensi kumulatif
Frekuensi yang digunakan (salah satu
diatas)masing-masing kelas digambarkan sebagai titik. Setiap titik dihubungkan oleh garis lurus.
Ogif
terdiri dari 2 macam, yaitu ogif positif
dan ogif negative. Ogif positif diperoleh
dari poligon frekuensi kumulatif kurang dari, sedangkan ogif negative diperoleh dari poligon frekuensi kumulatif kurang dari.
Jika
kita lengkapi tabel nilai ujian TRY OUT SNMPTN dengan menambahkan kolam kolom frekuensi
kumulatif kurang dari dan frekuensi kumulatif lebih dari, maka diperoleh tabel
berikut .
nilai
|
titik tengah (xi)
|
frekuensi (fi)
|
Frek. Kumulatif kurang dari
|
Frek. Kumulatif lebih dari
|
55-59
|
57
|
7
|
7
|
100
|
60-64
|
62
|
12
|
19
|
93
|
65-69
|
67
|
23
|
42
|
81
|
70-74
|
72
|
21
|
63
|
58
|
75-79
|
77
|
18
|
81
|
37
|
80-84
|
82
|
10
|
91
|
19
|
85-89
|
87
|
8
|
99
|
9
|
90-94
|
92
|
1
|
100
|
1
|
TOTAL
|
100
|
|||


Comments
Post a Comment